Kamis, 09 Februari 2017

Pengobatan Mata Minus

Tujuan dari pengobatan mata minus adalah untuk membantu mata agar tetap fokus pada saat melihat objek yang jauh. Cara yang paling umum dilakukan adalah dengan penggunaan kacamata korektif maupun lensa kontak. Untuk itu, pasien harus tau gejala mata minus apa saja yang ia rasakan. Selain itu, cara lainnya adalah dengan menggunakan prosedur operasi mata, seperti LASIK, yang biasanya digunakan pada orang-orang dewasa maupun orang-orang dengan tingkat mata minus yang cukup tinggi. Namun, pengobatan yang paling tepat adalah tergantung dengan kebiasaan gaya hidup pasien penderita mata minus itu sendiri.
1. Penggunaan Kaca Mata Maupun Lensa Kontak
Penggunaan kaca mata maupun lensa kontak dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan akibat mata minus. Namun, penggunaan alat-alat tersebut tidak dapat menghentikan atau mengobati mata minus maupun untuk menyembuhkan kurva kornea mata yang tidak teratur yang menyebabkan pandangan menjadi kabur.
Setelah diagnosis, Dokter mata akan memberikan alternative penggunaan kaca mata maupun kontak lensa. Dimana terdapat tiga jenis varian dari kedua lata tersebut, diantaranya :
  • Lensa astigmatik, yang baik untuk penderita mata minus maupun silindris.
  • Lensa single, yang dapat digunakan untuk menghasilkan visi yang jelas di semua jarak.
  • Lensa multifokal, memperbaiki penglihatan pada berbagai jarak. Hal ini cocok digunakan untuk orang-orang dengan usia diatas 40 tahun maupun orang-orang yang melakukan pekerjaan yang membutuhkan penglihatn yang lebih intensif.
2. Operasi

Pencegahan pada Mata Minus

Meskipun gangguan mata minus tidak dapat diobati, namun seseorang yang memiliki gangguan ini dapat melakukan berbagai tindakan pencegahan seperti:
  • Menghindari melakukan kegiatan membaca dengan jarak yang terlalu dekat.
  • Pada saat melakukan kegiatan membaca, sebaiknya dilakukan di tempat yang terang atau tempat yang memiliki frekuensi cahaya yang cukup, karena jika kegiatan tersebut dilakukan di tempat yang gelap dapat mengakibatkn mata mudah lelah karena mata dipaksa untuk bekerja ekstra keras.
  • Menghindari kegiatan membaca yang dilakukan sambil tiduran.
  • Menghindari kebiasaan menonton Televisi pada jarak yang terlalu dekat secara terus menerus.
  • Menghindari penggunaan komputer dengan jarak monitor ke mata terlampau dekat. Setelah melihat monitor untuk beberapa lama, sebaiknya alihkan pandangan pada object-object lain di tempat yang berbeda.
  • Melatih mata untuk melihat obyek dengan jarak yang jauh.
  • Melakukan beberapa gerakan atau olahraga mata yang dapat membantu otot-otot mata agar menjadi lebih kuat dan elastis.
  • Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A, beta karoten, maupun nutrisi lainnya.
  • Beristirahat yang cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar